Home / PENDIDIKAN

Senin, 31 Mei 2021 - 22:17 WIB

Pengamat Pendidikan Ingatkan Jurnalis Turut Mencerdaskan Bangsa

SALAH satu pengamat pendidikan yang juga Penggagas Sekolah Ilmuwan Minangkabau (SIM) Ikhsyat Syukur terus mengingatkan pada jurnalis atau wartawan untuk membuat karya jurnalistik berkualitas.

Tak hanya itu saja, Ikhsyat juga meminta agar jurnalis tak henti-hentinya turut mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui karya jurnalistiknya. Hal itu disampaikan Ikhsyat Syukur saat memberikan materi pada Pelatihan Jurnalistik Peserta Program Fellowship Angkatan ke-2 gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) secara daring, Senin (31/5/2021).

“Profesi wartawan itu profesi mulia. Ini karena wartawan bisa menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, khususnya jurnalis pendidikan juga dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini juga sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 terkait cita-cita bangsa salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jadi, kawan-kawan pers punya peran penting untuk membantu mencapai cita-cita kemerdekaan atau pendiri bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” terangnya.

Ikhsyat menjelaskan bahwa jurnalis memiliki peran sosial, yakni:

  1. Mengedukasi, memberikan edukasi kepada masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
  2. Melakukan kontrol sosial terhadap apa saja, terutama pada penyelenggaraan negara. Tugas utama jurnalis yang lain ialah terkait moral. Yakni menyampaikan informasi yang benar, valid, objektif (tidak berpihak) dan berimbang.

Media juga harus bisa membentuk opini yang berdasarkan fakta. Atau, media adalah pembentuk opini di masyarakat. Terkait karya jurnalistik, seorang jurnalis juga harus kembali ke idealisme pers. Tentu dengan mengedepankan kode etik jurnalistik.

“Jurnalis juga harus berkomitmen untuk kebenaran, memberikan informasi yang valid, dan selalu independen,” tegasnya.

Pada penyelenggaraan pelatihan jurnalistik dari GWPP ini, Ikhsyat Syukur berharap agar :

  1. Jurnalis bisa turut membantu pemerintah dalam hal perbaikan pendidikan di Indonesia.
  2. Karena dampak pandemi Covid-19 di sektor pendidikan ini, jurnalis juga dapat terus memberikan informasi yang baik demi kemajuan pendidikan serta untuk mengejar ketertinggalan karena learning loss.

Pada kesempatan itu juga disampaikan materi dari Wartawan Harian Kompas (1989-2018) yang juga Sekretaris Jenderal SMSI M. Nasir, mengenai “Jurnalisme Pendidikan: Menjadi Wartawan Militan yang Andal”.

Sumber : kompas.com

Berita ini 49 kali dibaca

Share :